Kamis, 13 Oktober 2011

cara mudah menghafal Al Qur'an


KITA SUKSES MENGHAFAL AL QUR’AN
dirangkum dari Kitab
Karangan: Abdul Aziz Abdur Rauf, Al Hafidz Lc.

BAB I
MUQADIMAH

Mengapa Al Qur’an harus dihafal?
1.      Para penghafal Al Quran adalah orang yang dipilih oleh Allah (Kemudian kita itu Kami wariskan kepada orang –orang yang kami pilih diantara hamba-hamba Kami…)
2.      Al Qur’an adalah kitab yang dijaga kemurniannya oleh Allah (Sesungguhnya telah kami turunkan Adz Dzikir (Al Qur’an) dan kamilah  yang menjaganya QS 59:9)
3.      Alqur’an adalah pedoman hidup bagi seluruh manusia.QS2:185, QS 10:108
öky­ tb$ŸÒtBu üÏ%©!$# tAÌRé& ÏmŠÏù ãb#uäöà)ø9$# Wèd Ĩ$¨Y=Ïj9 ;M»oYÉit/ur z`ÏiB 3yßgø9$# Èb$s%öàÿø9$#ur 4 `yJsù yÍky­ ãNä3YÏB tök¤9$# çmôJÝÁuŠù=sù ( `tBur tb$Ÿ2 $³ÒƒÍsD ÷rr& 4n?tã 9xÿy ×o£Ïèsù ô`ÏiB BQ$­ƒr& tyzé& 3 ߃̍ムª!$# ãNà6Î/ tó¡ãŠø9$# Ÿwur ߃̍ムãNà6Î/ uŽô£ãèø9$# (#qè=ÏJò6çGÏ9ur no£Ïèø9$# (#rçŽÉi9x6çGÏ9ur ©!$# 4n?tã $tB öNä31yyd öNà6¯=yès9ur šcrãä3ô±n@ ÇÊÑÎÈ
185.  (beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, Maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), Maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.

ö@è% $pkšr'¯»tƒ â¨$¨Z9$# ôs% ãNà2uä!%y` ,ysø9$# `ÏB öNä3În/§ ( Ç`yJsù 3ytF÷d$# $yJ¯RÎ*sù ÏtGöku ¾ÏmÅ¡øÿuZÏ9 ( `tBur ¨@|Ê $yJ¯RÎ*sù @ÅÒtƒ $pköŽn=tæ ( !$tBur O$tRr& Nä3øn=tæ 9@Å2uqÎ/ ÇÊÉÑÈ
108.  Katakanlah: "Hai manusia, Sesungguhnya teIah datang kepadamu kebenaran (Al Quran) dari Tuhanmu, sebab itu barangsiapa yang mendapat petunjuk Maka Sesungguhnya (petunjuk itu) untuk kebaikan dirinya sendiri. dan barangsiapa yang sesat, Maka Sesungguhnya kesesatannya itu mencelakakan dirinya sendiri. dan Aku bukanlah seorang Penjaga terhadap dirimu".

4.      Al qur’an adalah ruh bagi orang yang beriman QS 42:52, QS 63:4
y7Ï9ºxx.ur !$uZøym÷rr& y7øs9Î) %[nrâ ô`ÏiB $tR̍øBr& 4 $tB |MZä. Íôs? $tB Ü=»tGÅ3ø9$# Ÿwur ß`»yJƒM}$# `Å3»s9ur çm»oYù=yèy_ #YqçR Ïök¨X ¾ÏmÎ/ `tB âä!$t±®S ô`ÏB $tRÏŠ$t6Ïã 4 y7¯RÎ)ur üÏöktJs9 4n<Î) :ÞºuŽÅÀ 5OŠÉ)tGó¡B ÇÎËÈ

Aqidah Islamiah

AKIDAH ISLAMIYAH
(Dari Kitab karangan Sayid Sabiq)

BAB I
PENDAHULUAN


a.       Pengertian Keimanan/ akidah
Iman adalah meyakini dengan hati akan adanya Allah, malaikat, kitab-kitab, Nabi dan Rasul-rasul, hari akhir serta qodho dan qodar. Di ucapkan dengan lisan (pengakuan adanya Allah dan Rasul: Syahadat). Dilaksanakan dengan perbuatan (melalui amal ibadah).
Kedudukan akidah bagi umat Islam  yaitu sebagai pondasi/ landasan.

Tujuan belajar Akidah:
  1. Pendidikan (pengajaran, dakwah). Untuk menempuh jalan kehidupan yang baik.
  2. Mensucikan jiwa (misalnya, kita merasa diawasi Allah, maka tidak berbuat dosa)
  3. Mencapai puncak dari sifat2 yang tinggi dan luhur.


Diyakini dengan Hati
Di ucapkan dengan lisan
Dilaksanakan dengan perbuatan
Kriteria Islamnya
Nama orangnya
X
X
X
Kafir
Abu Lahab, Abu Jahal
V
V
X
Munafik
Ubai bin Kaab
V
V
V
Mukminin
Orang2 mukmin
X (awalnya gk percaya)
V
V  tdk sempat
Kafir
Fir’aun
V (yakin, mengakui adanya Allah)
X(sombong dan gengsi)
V (mau menyumbangkan 4000 unta)
kafir
Namruz


b.      Kesatuan akidah
Allah mengutus para Rasul, dan menurunkan kitabnya untuk dijadikan wasiat Allah kepada orang2 dulu/ awwalin dan sekarang/ akhirin. QS Asy Syura: 13
Setiap nabi membawa syariat masing masing. QS Al Maidah: 8
Contoh:
Perintah berkorban telah diperintahkan pada jaman Nabi Adam (Qabil dan Habil) yaitu  berupa hasil pertanian dan hewan ternak.
Mengubur mayat/ zenasah telah disariatkan sejak jaman Nabi Adam.

Perintah puasa, sudah disariatkan sejak jaman nabi Nuh (tafsir QS.2:183).



Pengertian Keimanan / Akidah
  1. ma’rifat (Percaya, Iman) kepada Allah, nama2Nya, sifat2Nya, Bukti wujudNya, keagungannya.
  2. Ma’rifat kepada Malaikat. Bahwa dibalik alam semesta ada makhluk yang bernama malaikat. (Al Mursalat:1-5 dan An Naziat tentang malaikat).
  3. ma’rifat kepada kitab-kitab Allah. Tujuannya untuk dijadikan sebagai pembatas, untuk mengetahui antara yang hak dan yang bathil, yang baik yang jelek, yang haram dan yang halal, yang bagus dan yang buruk.
  4. marifat kepada Nabi dan Rasul. Untuk menjadi pembimbing kearah petunjuk, serta pemimpin seluruh makhluk guna menuju kepada yang hak, sebagai contoh suritauladan. Coba jelaskan apa keuntungan kita mengetahui kisah2 para Nabi? Yaitu untuk dijadikan ibrah/ pelajaran peristiwa2 yang sudah berlalu. Untuk menyadarkan kita bahwa ajaran agama yang dibawa sejak zaman Nabi Adam adalah sama yaitu agama Tauhid.
  5. ma’rifat kepada hari akhir (adanya hari berbangkit, adanya kiamat, kehidupan alam barzah/ kubur, hari pembalasan, surga neraka dll.
  6. ma’rifat kepada qadla dan qadar: mengikuti atau menerima peraturan yang telah ditetapkan Allah. Tujuannya: untuk menanggulangi segala macam rintangan, kesadaran diri bahwa segala rintangan itu hanyalah hal kecil. Contoh (orang cacat harus menerima keadaan dirinya, tidak boleh putus asa. Dll…………….)

c. Penyelewengan dari jalan yang ditempuh para Rasul dan akibatnya;
            pecahnya akidah menjadi beberapa golongan: yaitu disebabkan:
  1. masuknya pemikiran dari berbagai mazhab.
  2. masuknya filsafat (pemikiran dari agama-agama lain).
  3. Siasat dan politik

Akibatnya timbullah:
  1. madrasah asy ariyah
  2. madrasah Maturidiah
  3. madrasah Mu’tazilah
  4. madrasah syi’ah.
  5. madrasah kaum Jahmiah.

Yang sangat terkenal perselisihan dan memperluas jurang antara umat-umat Nabi Muhammad yaitu kaum Asy’ariyah dan Mutazilah. Pokok2 sebab-sebab yang menjadi pertengkaran adalah:
  1. apakah keimanan itu sebagai kepercayaan saja atau sebagai kepercayaan dan amal  perbuatan?
  2. apakah sifat2 Allah itu kekal padanya atau lenyap dari padanya?
  3. manusia itu musayyar atau mukhar?
  4. apakah wajib Allah itu mengerjakan yang baik, yang terbaik? Atau tidak wajib?
  5. apakah baik atau buruk itu dapat dikenal dengan akal atau dengan syariat?
  6. apakah Allah itu wajib memberi pahala kepada orang yang taat, dan menyiksa orang yang bermaksiat, atau tidak wajib yang demikian itu?
  7. Allah itu dapat dilihat diakhirat nanti atau mustahil dilihat sama sekali?
  8. bagaimana orang yang menumpuk dosa2 besar hingga matinya tidak bertaubat?


BAB II
MA’RIFAT KEPADA ALLAH

A.     ma’rifat dengan fikiran
mengangan-angankan, mengamati, memiriksa, memikirkan. QS Yunus:101 dan QS Saba:46.
Yang mengingkari nikmat akal, dan yang melalaikan. Allah mencelanya. QS Yunus: 105.
Tidak menggunakan akal secara semestinya (menganggurkannya). Allah mengatakan lebih hina dari binatang. QS Al ‘Araf:179.
Taklid (mengekor tanpa ilmu) maka Allah mencelanya. QS 2:170.
Bidang-bidang yang difikirkan: diterangkan dalam hadis Nabi:”Berfikirlah kamu semua perihal makhluk Allah (apa apa yang diciptakan Allah) dan janganlah kamu sekalian berfikir mengenai zat Allah. Sebab sesungguhnya kamu semua sudah tentu tidak dapat mencapai  hakikatnya”
Al Qur’an sendiri terdiri dari beribu2 ayat, ratusan ayat diantaranya menyuruh kita untuk berfikir, memikirkan tanda tanda kekuasaan Allah. QS 2:219-220

B.     ma’rifat dengan menggunakan nama dan sifatnya
QS 17:110 = diperintahkan menyeru dengan nama2 Allah. QS 7:180=diperintahkan menyeru/ meminta dengan Nama2 Allah. Adapun nama-nama Allah ada 99 nama.


Senin, 10 Oktober 2011

menanggulangi musim kemarau bagi para petani

Cara menanggulangi musim kemarau bagi masyarakat pedesaan (khususnya di Way Jepara Lampung Timur):
1. Dalam menghadapi kelangkaan air bersih yang biasa terjadi pada setiap musim kemarau, hendaknya warga masyarakat mencari sumber air/ menggali tempat rendah yang disebut masyarakat setempat dengan sebutan rawa. warga hendaknya bergotong royong membuat penampungan air di tempat yang strategis. dengan menggunakan iuran uang warga, membeli peralatan selang dan mesin penyedot air untuk di tampung dan di ambil oleh warga.
2. Dalam menanggapi kekeringan sawah, sebagai tumpuan ekonomi masyarakat, masyarakat hendaknya menanam padi dalam polybag/ pot dalam jumlah yang besar di samping-samping rumah/ disekitar rumah.
3. Menanggapi pakan ternak di musim kemarau, yaitu dengan menanam rumput-rumput gajah pada lahan yang tidak produktif seperti rawa, atau di sekelliling aliran comberan (dalam rangka memanfaatkan air sisa limbah rumah tangga.

Senin, 26 September 2011

Aqidah Islamiah


AKIDAH ISLAMIYAH
(Dari Kitab karangan Sayid Sabiq)

BAB I
PENDAHULUAN


a.       Pengertian Keimanan/ akidah
Iman adalah meyakini dengan hati akan adanya Allah, malaikat, kitab-kitab, Nabi dan Rasul-rasul, hari akhir serta qodho dan qodar. Di ucapkan dengan lisan (pengakuan adanya Allah dan Rasul: Syahadat). Dilaksanakan dengan perbuatan (melalui amal ibadah).
Kedudukan akidah bagi umat Islam  yaitu sebagai pondasi/ landasan.

Tujuan belajar Akidah:
  1. Pendidikan (pengajaran, dakwah). Untuk menempuh jalan kehidupan yang baik.
  2. Mensucikan jiwa (misalnya, kita merasa diawasi Allah, maka tidak berbuat dosa)
  3. Mencapai puncak dari sifat2 yang tinggi dan luhur.


Diyakini dengan Hati
Di ucapkan dengan lisan
Dilaksanakan dengan perbuatan
Kriteria Islamnya
Nama orangnya
X
X
X
Kafir
Abu Lahab, Abu Jahal
V
V
X
Munafik
Ubai bin Kaab
V
V
V
Mukminin
Orang2 mukmin
X (awalnya gk percaya)
V
V  tdk sempat
Kafir
Fir’aun
V (yakin, mengakui adanya Allah)
X(sombong dan gengsi)
V (mau menyumbangkan 4000 unta)
kafir
Namruz


b.      Kesatuan akidah
Allah mengutus para Rasul, dan menurunkan kitabnya untuk dijadikan wasiat Allah kepada orang2 dulu/ awwalin dan sekarang/ akhirin. QS Asy Syura: 13
Setiap nabi membawa syariat masing masing. QS Al Maidah: 8
Contoh:
Perintah berkorban telah diperintahkan pada jaman Nabi Adam (Qabil dan Habil) yaitu  berupa hasil pertanian dan hewan ternak.
Mengubur mayat/ zenasah telah disariatkan sejak jaman Nabi Adam.

Perintah puasa, sudah disariatkan sejak jaman nabi Nuh (tafsir QS.2:183).



Pengertian Keimanan / Akidah
  1. ma’rifat (Percaya, Iman) kepada Allah, nama2Nya, sifat2Nya, Bukti wujudNya, keagungannya.
  2. Ma’rifat kepada Malaikat. Bahwa dibalik alam semesta ada makhluk yang bernama malaikat. (Al Mursalat:1-5 dan An Naziat tentang malaikat).
  3. ma’rifat kepada kitab-kitab Allah. Tujuannya untuk dijadikan sebagai pembatas, untuk mengetahui antara yang hak dan yang bathil, yang baik yang jelek, yang haram dan yang halal, yang bagus dan yang buruk.
  4. marifat kepada Nabi dan Rasul. Untuk menjadi pembimbing kearah petunjuk, serta pemimpin seluruh makhluk guna menuju kepada yang hak, sebagai contoh suritauladan. Coba jelaskan apa keuntungan kita mengetahui kisah2 para Nabi? Yaitu untuk dijadikan ibrah/ pelajaran peristiwa2 yang sudah berlalu. Untuk menyadarkan kita bahwa ajaran agama yang dibawa sejak zaman Nabi Adam adalah sama yaitu agama Tauhid.
  5. ma’rifat kepada hari akhir (adanya hari berbangkit, adanya kiamat, kehidupan alam barzah/ kubur, hari pembalasan, surga neraka dll.
  6. ma’rifat kepada qadla dan qadar: mengikuti atau menerima peraturan yang telah ditetapkan Allah. Tujuannya: untuk menanggulangi segala macam rintangan, kesadaran diri bahwa segala rintangan itu hanyalah hal kecil. Contoh (orang cacat harus menerima keadaan dirinya, tidak boleh putus asa. Dll…………….)

c. Penyelewengan dari jalan yang ditempuh para Rasul dan akibatnya;
            pecahnya akidah menjadi beberapa golongan: yaitu disebabkan:
  1. masuknya pemikiran dari berbagai mazhab.
  2. masuknya filsafat (pemikiran dari agama-agama lain).
  3. Siasat dan politik

Akibatnya timbullah:
  1. madrasah asy ariyah
  2. madrasah Maturidiah
  3. madrasah Mu’tazilah
  4. madrasah syi’ah.
  5. madrasah kaum Jahmiah.

Yang sangat terkenal perselisihan dan memperluas jurang antara umat-umat Nabi Muhammad yaitu kaum Asy’ariyah dan Mutazilah. Pokok2 sebab-sebab yang menjadi pertengkaran adalah:
  1. apakah keimanan itu sebagai kepercayaan saja atau sebagai kepercayaan dan amal  perbuatan?
  2. apakah sifat2 Allah itu kekal padanya atau lenyap dari padanya?
  3. manusia itu musayyar atau mukhar?
  4. apakah wajib Allah itu mengerjakan yang baik, yang terbaik? Atau tidak wajib?
  5. apakah baik atau buruk itu dapat dikenal dengan akal atau dengan syariat?
  6. apakah Allah itu wajib memberi pahala kepada orang yang taat, dan menyiksa orang yang bermaksiat, atau tidak wajib yang demikian itu?
  7. Allah itu dapat dilihat diakhirat nanti atau mustahil dilihat sama sekali?
  8. bagaimana orang yang menumpuk dosa2 besar hingga matinya tidak bertaubat?


BAB II
MA’RIFAT KEPADA ALLAH

A.     ma’rifat dengan fikiran
mengangan-angankan, mengamati, memiriksa, memikirkan. QS Yunus:101 dan QS Saba:46.
Yang mengingkari nikmat akal, dan yang melalaikan. Allah mencelanya. QS Yunus: 105.
Tidak menggunakan akal secara semestinya (menganggurkannya). Allah mengatakan lebih hina dari binatang. QS Al ‘Araf:179.
Taklid (mengekor tanpa ilmu) maka Allah mencelanya. QS 2:170.
Bidang-bidang yang difikirkan: diterangkan dalam hadis Nabi:”Berfikirlah kamu semua perihal makhluk Allah (apa apa yang diciptakan Allah) dan janganlah kamu sekalian berfikir mengenai zat Allah. Sebab sesungguhnya kamu semua sudah tentu tidak dapat mencapai  hakikatnya”
Al Qur’an sendiri terdiri dari beribu2 ayat, ratusan ayat diantaranya menyuruh kita untuk berfikir, memikirkan tanda tanda kekuasaan Allah. QS 2:219-220

B.     ma’rifat dengan menggunakan nama dan sifatnya
QS 17:110 = diperintahkan menyeru dengan nama2 Allah. QS 7:180=diperintahkan menyeru/ meminta dengan Nama2 Allah. Adapun nama-nama Allah ada 99 nama.